Aktifitas tambang pasir Ilegal Desa Kawal Depan Hotel Nikoi Milik Rudi/Helen
Bintan — Borgolcyber.com- Fakta mengejutkan tabir kejahatan pengerukan pasir ilegal kembali terulang.
Sempat tutup pada bulan lalu, kini aktifitas yang telah merusak lingkungan ancaman abrasi, longsor, polusi udara dan lainya.
Bahkan dari kegiatan Ilegal itu, berdampak hilangnya sumber pendapatan negara dari sektor pertambangan yang jika ditafsirkan negara rugi miliaran rupiah setiap bulanya.
Dari rekaman video amatir tim media dilapangan terekam aksi main sedot disejumlah titik baik dikawasan Nikoi desa Kawal dan juga dikawasan desa Malang Rapat kecamatan Gunung Kijang pada Sabtu (25/7/26)
Sejumlah Armada truk Hino berlebel Nusantara, terlihat penuh muatan pasir hilir mudik keluar masuk dari dalam kawasan depan Hotel Nikoi Desa Kawal, Bintan.
Seorang supir truk Hino mengaku material pasir tersebut diangkut dari dalam dan ia menyebut nama Helen pemilik aktifitas tambang pasir dilokasi dimaksud.
“Ini punya Helen”, tutur pria berkulit berwarna gelap.
Tak luput dari situ,tim media melakukan penyisiran lokasi keberadaan aktifitas ilegal dimaksud. Butuh waktu lebih kurang sekitar 15 menit Tim melewati beberapa jalan penuh lubang kubangan besar sampai ke lokasi.
Terlihat dilokasi, sejumlah armada truk sedang mengantri mengisi muatan pasir yang dicurahkan dari pipa paralon ke dalam bak truk.
Raungan keras suara mesin Dompeng penyedot pasir riuhkan suasana Dikawasan tersebut.
Seorang kerani berparas cantik terlihat sedang sibuk mencatat beberapa Nomor plat truk yang mengantri ngisi muatan pasir.
Ia menyebut lokasi pasir milik Rudi.
” Saya disini kerja, Ini punya Rudi, hubungi saja dia pak”,sebut seorang kerani terkesan cemas.
Sementara itu, Rudi saat dijumpai mengatakan bahwa ia mengakui sebagai penanggungjawab atas aktifitas tambang pasir dilokasi ini.
“Saya yang dilokasi ini.”, sebut Rudi dengan nada bersahabat.
Rudi berpostur bertubuh gemuk sedang berkulit gelap juga menyebut nama Helen sebagai bosnya.
“Saya bekerja sama Helen”, tandasnya.
Sementara itu, Praktik serupa juga terpantau di beberapa kilometer dari lokasi milik Rudi .
Para pekerja disana menyebut nama Buyung dan Ari dan juga nama Alai.
“Ini milik Buyung, ada Alai dan juga Ari”,ungkap sejumlah pekerja yang ditemui saat melakukan penyisiran aktifitas tambang pasir Nikoi.
Lantas tim media melanjutkan investigasi ke lokasi desa Malang Rapat, Bintan.
Dari pantauan dilapangan, ada beberapa penambang sedang melakukan aktivitas penyedotan pasir dengan teknik pakai mesin Dompeng.
Hingga berita ini diturunkan Polsek Gunung Kijang dan Polres Bintan belum berhasil dikonfirmasi oleh awak media ini.
Edisi bersambung
(Tim)
