Bintan, BorgolCyber.com– Bukan kali ini media online mengungkap fakta adanya tabir kejahatan terorganisir dan masif terhadap penambangan pasir ilegal yang diduga terus dibiarkan beroperasi sejumlah wilayah kecamatan Gunung Kijang, Bintan.
Dipastikan akibat dari itu, negara kehilangan miliran rupiah setiap bulanya yang dikarenakan sumber daya alam Bintan berupa pasir darat tergerus tanpa henti oleh rakusnya para aktor- aktor mafia tambang pasir yang diduga berlindung dibalik hukum yang kian lemah.
Dari tambang pasir mengatasnamakan rakyat kecil, dengan menggunakan mesin penyedot pasir dan lori- lori berkapasitas 3 tonase hingga pertambangan raksasa beroperasi dengan mengerahkan armada alat berat dan armada truk Fuso miliki kapasitas 12 Tonase, menggasak material pasir di perut bumi Segantang Lada yang dipastikan sejumlah wilayah tersebut tanpa miliki izin Usaha Petambangan (IUP)
Namun naas apa daya, gempuran narasi keras oleh sejumlah media terus mencuat menyampaikan laporan terkait perbuatan kesewenang-wenangan terhadap ekosistem darat yang semestinya dijaga kelestariannya justru dibombardir oleh tangan-tangan rakus yang mencari keuntungan besar.
Namun terkesan aneh, dari pembantaian secara masif dan berskala luas, Aparat Penegak Hukum (APH) seolah menganggap masa Bodoh. Diduga hanya membiarkan hal tersebut terjadi.ada apa?
Terkhusus aktivitas tambang pasir ilegal di kawasan Desa Malang Rapat, kecamatan Gunung Kijang, Bintan, yang dikabarkan sudah berlangsung lama namun aktor atau otak pelaku hingga kini tak kunjung diproses hukum.
Dengan leluasa dan gamblang tanpa peduli dan tanpa rasa empati terhadap lingkungan yang kian mengalami kerusakan parah hingga berpotensi merugikan keuangan negara justru hanya dianggap sebuah dongeng dan lelucon ketika peristiwa pidana tersebut diekplor oleh sejumlah media dan viral hingga kini.
Tak tanggung- tanggung dengan rakus dan buas aktor di balik aktivitas tersebut mengerahkan sejumlah alat berat Excavator dan sejumlah truk Fuso berkapasitas 12 Tonase terus mencabik- cabik hasil sumber daya Bintan yang berada disejumlah titik tambang dilokasi tersebut.
Dari hasil pengerukan yang dilakukan secara brutal tersebut, aktor penting dibalik aktifitas ilegal kian cipika cipiki ketawa terbahak-bahak mendapatkan keuntungan jumbo atau Fantastis nilainya setiap harinya.
Hukum tunduk seolah meng” Amini” setiap langkah perbuatan mafia tambang itu.
Beberapa nama aktor disebutkan yang mencuat dimuka publik nama Frengkim dan Helen Nusantara diduga disebut aktor penting dibalik aktifitas gerakan raksasa dengan mengerahkan sejumlah armada alat berat untuk mengeruk pasir di kawasan Desa Malang Rapat dan dan beberapa kawasan dikecamatan Gunung Kijang yang dipastikan tanpa izin.
Para aktor – aktor tersebut hingga kini dikabarkan terus melangkah bebas menghirup udara segar terus monitor pergerakan hukum yang sejatinya kian lemah.
Pertanyaan publik kian keras kenapa dalang dan aktor di balik kerusakan lingkungan secara masif dan juga merugikan keuangan negara miliran rupiah setiap bulanya tak ditangkap oleh pihak kepolisian.
Apakah ada cuan besar yang diduga melindungi setiap langkah kedua aktor tersebut?
Pertanyaan misteri ini butuh kejujuran atau terus dibungkus rapi terhadap kemunafikan negeri ini.
