IMG-20260529-WA0084

Bintan – Borgolcyber.com – Kepala Desa (Kades) Berakit, Kabupaten Bintan, Muhammad Darussalam, menanggapi terkait laporan dugaan pengrusakan kelong apung milik warga Desa Berakit. Jumat(1/6/26)

Muhammad Darussalam membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut para nelayan di Desa Berakit selama ini merasa resah dengan keberadaan nelayan dari luar daerah.

“Benar, nelayan Desa Berakit selalu resah terhadap nelayan dari luar. Sebab, nelayan luar sudah beberapa kali melakukan pemotongan tali jangkar kelong milik nelayan,” ujar Muhammad Darussalam.

Menurutnya, beberapa korban pemilik kelong apung yang mengalami pemotongan tali jangkar yakni saudara Niko, Akbar/jang pari, dan Hakim

Untuk Kelong apung milik Niko sampai sekarang keberadaan kelong tersebut masih hilang di Malaysia,” ungkapnya.

Muhammad Darussalam berharap aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pengrusakan kelong apung milik warga.

“Saya mengharapkan kepada pihak hukum untuk mengambil tindakan terhadap kejadian tersebut,” harapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku pengrusakan kelong apung milik warga Desa Berakit sebelumnya pernah tertangkap basah. Menurutnya, pelaku diketahui merupakan warga Desa Mantang.

“Dalam bulan ini sudah tertangkap pelaku nelayan luar yang memotong kelong warga Desa Berakit dan tertangkap basah, yaitu warga Desa Mantang,” cetusnya.

Namun, lanjut Darussalam, setelah dilakukan perdamaian, pihak yang sebelumnya ditangkap justru melaporkan balik warga Desa Berakit.

Ia mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan akibat tindakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab agar segera melapor kepada aparat penegak hukum.

Menurutnya, keberadaan nelayan luar selama ini juga kerap menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Desa Berakit.

“Nelayan luar sering membuat resah warga Desa Berakit. Karena mereka juga sering mabuk-mabukan dan berkelahi sesama mereka,” tutup Kades.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *